You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Pengotan

Kec. Bangli, Kab. Bangli, Prov. Bali

Profil Desa


Profil Desa

Profile

Secara geografis desa ini terletak pada ketinggian 800 – 1100 m di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 28 C. Pada tahun 2008, Desa Pengotan yang memiliki 13 dusun dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Pengotan dan Landih. Setelah dimekarkan, Desa Pengotan terdiri dari delapan banjar/dusun yaitu

  1. Tiying desa
  2. Dajan Desa
  3. Delod Desa
  4. Sunting
  5. Yoh
  6. Penyebeh
  7. Besenga
  8. Padpadan  

             Luas masing-masing dusun ini hampir sama, berkisar antara 1.21 – 1.24 km2. Tempat tinggal penduduknya menyebar, kecuali di Dusun Padpadan. Bentang wilayah desa ini 9.79 km2 atau 979 ha.

Sebagian besar wilayah desa ini (670 ha atau 78.8%) dimanfaatkan untuk lahan pertanian, 167 ha (hampir 20%) untuk perkebunan rakyat, 11.95 ha (1.4%) untuk fasilitas umum, dan 16.36 ha (1.9%) untuk pemukiman warga.

Batas-batas desa ini di sebelah Utara dengan Kecamatan Kintamani (Binyan, Kedisan, Sekardadi), di sebelah Selatan dengan Desa Landih, Kayubihi, Kayuambua, di sebelah Barat dengan Kecamatan Susut (Pukuh, Linjong, Malet), dan di sebelah Timur dengan Desa Landih. Jarak dari Desa Pengotan ke pusat kota Kecamatan/Kabupaten Bangli sekitar 17 km, ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit dengan kendaraan.

KEADAAN UMUM DESA

EKONOMI

Struktur perekonomian desa Pengotan didominsai oleh sektor pertanian, hal ini terlihat dari prosentase penggunaan lahan untuk usaha pertanian, yakni sebesar 50%, dengan sebagian besar penduduk menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Dimana sektor pertanian menjadi basis utama mata pencaharian penduduk. Sekitar 1030. jiwa atau 0,17% penduduk menggantungkan hidup dari sektor ini. Pertanian sawah abian/tegalan menjadi kegiatan usaha utama bagi masyarakat desa, dengan produk unggulan berupa jeruk dan sayur mayur.

Masyarakat juga menggantungkan hidup dari sektor peternakan, dengan jenis ternak peliharaan seperti; sapi, babi, unggas dll. Sistim berusaha ternak yang dilakukan masyarakat masih bersifat tradisional, karena usaha ini diposisikan sebagi usaha sambilan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging keluarga.
Selain itu, ekonomi desa, juga digerakkan oleh sektor perdagangan dan industri kecil/rumah tangga.

SOSIAL DAN BUDAYA

Kondisi sosial budaya masyarakat desa akan sangat ditentukan oleh 4 pilar utama, yaitu penduduk, tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan tradisi/budaya masyarakat desa.

Penduduk merupakan salah satu modal dasar dalam pembangunan, karena dilihat dari perannya, maka penduduk merupakan sumber daya manusia yang memiliki peran sebagai pelaku utama sekaligus sebagai pemanfaat hasil pembangunan Di sektor pendidikan, Pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas pendidikan mulai dari gedung, tenaga pendidik dan bahkan biaya pendidikan melalui program BOS. Semua ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan meninitikberatkan pada pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan pelayanan dan kualitas pendidikan serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Sebagian besar penduduk berpendidikan tamat SD disusul dengan tamat SMP, SLTA, DI, SI 

Dibidang kebudayaan, perspektif budaya masyarakat sangat kental dengan nuansa budaya Bali, yang dijiwai oleh nilai-nilai agama Hindu. Philosofi Tri Hita Karena, menjadi tuntunan bagi masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin, yakni dengan menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara sesama manusia dan antar manusia dengan lingkungannya.Sementara di tingkat interaksi sosial, nilai-nilai paras paros sarpa naya salunglung sabyantaka ( kerukunan, keselarasan dan kepatutan) selalu menjadi pedoman dalam menciptakan ketertiban dan kedamaian dalam berinteraksi sosial antar masyarakat maupun dengan masyarakat lainnya;

KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Pemerintah juga telah menyediakan sarana prasarana kesehatan dan tenaga medis dalam rangka untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehata. Dan di bidang kesejahteraan masyarakat, Pemerintah juga telah meluncurkan berbagai program seperti raskin, bedah rumah dll, namun permasalahan di sektor ini masih tetap terjadi. Kemiskinan tetap menjadi permasalahan utama desa, dengan jumlah penduduk miskin 286 jiwa

Bagikan artikel ini:
Komentar