Selamat Datang di Website Resmi Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Media komunikasi dan transparansi Pemerintah Desa Pengotan untuk seluruh masyarakat. Thank You for visiting the official website of Pengotan Village, Bangli District, Bangli Regency www.pengotan.desa.id. Comments and suggestions we ask for the development of pengotan village information and come to visit the pengotan village TETAP BERADA DIRUMAH, JANGAN KELUAR DESA, JANGAN BERKERUMUNAN, GUNAKAN MASKER, JAGA KESEHATAN DAN KEBERSIHAN DI BR YOH AKAN DILAKSANAKAN VAKSIN MASAL TGL. 10 DES 2021 SILAH....

Artikel

Sejarah Desa

23 September 2018 15:38:00  adminpengotan  990 Kali Dibaca 

Tidak terdapat sumber - sumber tertulis yang menyebutkan secara jelas sejarah lahirnya Desa Pengotan, namun dari beberapa cerita - cerita leluhur dan bukti - bukti peninggalan yang ada, dapatlah kiranya disusun sejarah Desa Pengotan sebagai sebuah kajian dan pendekatan.

Diperkirakan penduduk Desa Pengotan adalah pendatang dari Desa Muteran, Kecamatan Rendang. Kejadiannya bermula masyarakat Pemuteran dijarah oleh pasukan Raja Panji Sakti dari Buleleng, dengan cara pertama membunyikan Gong sakral yang disebut Gong Bebende yang mengakibatkan  sebagian penduduk ribut dan kacau balau, yang akhirnya menyebabkan sebagian penduduk pindah ke daerah Bangli.

Lama - kelamaan penduduk Pemuteran tersebut merasa nyaman di pengungsian, yang akhirnya memutuskan untuk menetap di daerah pengungsian dengan membangun tempat suci Pura Puseh di Banjar Pule, Pura Dalem di Banjar Kawan dan akhirnya membuat kuburan yang bernama Setra Pemuteran. Semakin lama penduduk tersebut semakin banyak, sampai suatu saat seorang penduduk pengungsi tersebut memetik kelapa milik Raja Bangli tanpa melapor/memberitahu.

Semenjak saat itu, Raja Bangli mengusir penduduk tersebut untuk tinggal di hutan di batas utara wilayah Bangli yang terdapat kayu - kayu besar. Penduduk tersebut tidak berani melawan dan meninggalkan Bangli menuju wilayah yang diperintahkan dengan memundut Ida Bhataru Sakti Pingit, Tetabuhan Pinara Pitu, Genta dan yang lainnya.

 

Raja Bangli selalu memperhatikan dan sering berkunjung ke lokasi penduduk. Pada suatu saat  Raja menyaksikan banyak tanaman lateng yang sudah busuk karena dimakan oleh subatah dan bertumpuk-tumptk seperti oot. Sejak itu Raja Bangli memberi nama daerah ini sebagai Desa Pengotan.

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Aparatur Desa

Back Next

WA Layanan Desa

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Info Media Sosial

Peta Desa

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:414
    Kemarin:916
    Total Pengunjung:337.306
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.229.117.123
    Browser:Tidak ditemukan